Templates by BIGtheme NET

Keutamaan Ilmu daripada Harta

Dalam Kitab Usfuriyah

fixHadist IV Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa belajar satu BAB dari Ilmu yang bermanfaat untuk akhirat dan dunianya, maka Allah akan memberi kebaikan kepada orang tersebut dengan lebih baik dari pada perkara dunia yang ia berpuasa tujuh ribu tahun pada siang harinya dan sholat sunat pada malam harinya dengan diterima dan tidak ditolak sama sekali.” Hadist lain Ketika sedang santai bersama para sahabatnya, Rasulullah bersabda,” Membaca Al Quran adala amalnya orang-orang berkecukupan, salat sunat adalah amalnya orang-orang lemah, puasa adalah amalnya orang-orang fakir, membaca tasbih adalah amalnya orang-orang wanita, sedekah adalah amalnya orang-orang dermawan, tafakur adalah amal orang-orang miskin. Bersediakah sekiranya aku menunjukan kepadamu tentang amal orang-orang yang gagah perkasa?” Para sahabat bertanya,” Ya Rasulullah, apakah yang menjadi amal bagi orang-orang perkasa?” Menuntut ilmu” jawab beliau. “Sebab ilmu menjadi cahaya kebesaran di dunia dan akhirat bagi orang beriman.Allah SWT berfirman ” Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.” Beliau juga bersabda “Aku kota ilmu dan Ali adalah pintunya, barangsiapa yang ingin memasuki kota ilmu maka datanglah pada pintunya.” Ketika orang-orang khowarij mendengar hadis tersebut mereka iri hati dan dengki kepada Ali r.a. dan mereka mengumpulkan 10 pemimpin dari kelompok-kelompok mereka. Mereka berkata, “kita akan bertanya sebuah masalah kepadanya (Ali r.a.) dan kita akan lihat, bagaimana dia menjawab. Kalau dia menjawab setiap satu dari kita dengan jawaban yang lain, maka kita tahu bahwa dia benar-benar ‘Alim seperti yang telah disabdakan Nabi SAW.” Kemudian datanglah salah seorang dari mereka kepada ‘Ali r.a. dan bertanya, “Hai ‘Ali manakah yang lebih utama, Ilmu atau Harta?” Maka Ali menjawab, “Ilmu lebih utama daripada Harta.” “dengan dalil apa?” “Ilmu adalah warisan para Nabi, sedangkan harta adalah warisan Qorun, Syidad, Fir’aun dan lainya.” Lalu orang tersebut pergi dengan membawa jawaban tersebut. Selanjutnya, datanglah orang yang lain dengan pertanyaan yang sama, dan Ali menjawab, “Ilmu lebih utama daripada Harta.” “dengan dalil apa?” “Ilmu akan menjagamu, sedangkan harta akan kau jaga.” Lalu orang tersebut pergi, dan datanglah yang lainnya lagi dengan pertanyaan yang sama, Alipun menjawab, “Ilmu lebih utama daripada Harta.” “Dengan dalil apa?” “orang yang banyak hartanya punya banyak musuh, sedangkan orang yang ber’ilmu punya banyak teman.” Orang tersebut pergi, dan datanglah yang lainnya lagi dengan pertanyaan yang sama, Ali pun menjawab, “Ilmu lebih utama daripada Harta.” “Dengan dalil apa?” “jika kamu menggunakan hartamu, ia akan berkurang, dan jika kamu gunakan ilmumu, ia akan bertambah.” Maka orang tersebut pergi, dan datang lagi yang lainnya dengan pertanyaan yang sama, dan Ali pun tetap konsisten dengan jawabannya, “Ilmu lebih utama daripada Harta.” “Dengan dalil apa?” “orang yang berharta dipanggil dengan nama kikir dan pelit, sedangkan orang yang berilmu dipanggil dengan nama yang agung dan mulia.” Dan orang tersebut pun pergi, dan datang yang lainnya lagi dengan pertanyaan yang sama, dan Ali pun menjawab, “Ilmu lebih utama daripada Harta.” Mereka bertanya lagi “Dengan dalil apa?” Ali menjawab, “harta di jaga dari pencuri, sedangkan ilmu tidak usah dijaga dari pencuri.” Orang tersebut pun pergi, dan datang yang lainnya lagi, Ali pun tetap menjawab, “Ilmu lebih utama daripada Harta.” “Dengan dalil apa?” “orang yang punya harta akan dihisab pada hari qiyamat, sedangkan orng yang berilmu akan diberi syafaat pada hari qiyamat.” Lalu Orang tersebut pun pergi, dan datang yang lainnya lagi, Ali pun tetap dengan jawaban dan sama, dengan dalil, “Harta akan hancur berantakan karena lama ditimbun zaman, tetapi ilmu tidak akan rusak dan musnah walau ditimbun zaman.” Seperti yang lainnya, Orang tersebut pun pergi, dan datang yang lainnya lagi, Ali pun tetap dengan jawaban, “Ilmu lebih utama daripada Harta.” Dengan dalil, “Harta membuat hati seseorang menjadi keras, sedang ilmu akan membuat hati seseorang menjadi bercahaya.” Orang tersebut pun pergi, dan datanglah orang yang terakhir, Ali pun tetap menjawab sama, dengan dalil, “pemilik harta bisa mengaku menjadi Tuhan akibat harta yang dimilikinya, sedang orang yang berilmu justru mengaku sebagai hamba karena ilmunya. Kalaupun kalian menanyaiku tentang hal ini, maka aku akan selalu menjawab dengan jawaban yang lain, selama aku hidup.” Maka mereka semua pun datang kepada Ali dan masuk islam.